Sabtu, 03 Juni 2017

Makalah landasan pendidikan kontruktivisme



BAB 1
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Kontruktivisme : kontruktivisme berkembang dalam rangka mengatasi proses pendidikan yang pada umumnya dilakukan melalui transfer pengetahuan dari guru kepada siswa. Pendidikan kontruktivisme memandang pendidikan (mengajar) bukan sebagai kegiatan menyampaikan pengetahuan
Era globalisasi menuntut adanya berbagai perubahan. Demikian juga bangsa Indonesia yang saat ini terjadi perubahan besar-besaran yang disebabkan oleh pengaruh dari luar maupun dalam negeri. Kesemuanya diatas memerlukan kemampuan warga Negara yang mempunyai bekal ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berlandaskan pada nilai-nilai keagamaan dan nilai-nilai budaya bangsa


B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan landasan pendidikan kontruktivisme
2.      Apa  yang dimaksud dengan pendidikan pancasila


C.    Tujuan
1.        Untuk mengetahui apa yang dimaksud landasan pendidikan kontruktivisme
2.        Untuk mengetahui apa yang dimaksud demgan pendidikan Pancasila



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Landasan pendidikan Kontruktivisme
Kontruktivisme : kontruktivisme berkembang dalam rangka mengatasi proses pendidikan yang pada umumnya dilakukan melalui transfer pengetahuan dari guru kepada siswa. Para kontruktivis ingin mengubah agar siswa belajar melalui suatu proses dengan cara-cara yang bermakna memperkaya dan memungkinkan siswa menginterpretasikan alam sememesta dengan pengertian ilmiah. Kontruktivisme didukung oleh impirisme dan pragmatism. Adanya yang berpendapat bahwa kontruktivisme mengandung bahaya yang mengarah ke empirisme ke relativisme
Otologi. Kontruktivisme tidak mengetahui apa sesungguhnya subtsnsi realitas ini, mereka tidak tertarik atas persoalan tersebut. Bagi mereka, realitas tidak pernah ada secara terpisah dari pengamat (subjek), yang diketahui bukan realitan “disana” yang berdiri sendiri, melainkan kenyataan sejauh dipahami dikontruksi oleh subjek pengamat. Karena itu realitas bersifat plural.
Manusia : manusia dituntut aktif membangun sendiri pengetahuannya. Eksistensi dsn proses menjadi manusia berada dalam konteks interaksi dengan lingkungannya. Epistomologi : sumber pengetahuan adalah dunia luar, tapi dikontruksi dari dalam diri individu. Kritria kebenaran pengetahuan diletaka pada viabilitas, karena itu pengetahuan bersiafat subjektif, tidak dapat ditransfer begitu saja, pengetahuan belum final atau masih berkembang, dan bersifat relative. Sejalan dengan ini bagi mereka juga bersigfat relatif.
Pendidikan kontruktivisme memandang pendidikan (mengajar) bukan sebagai kegiatan menyampaikan pengetahuan, melainkan membangtu siswa berpikir secara benar dengan membiarkannya berpikir sendiri. Mengajar adalah berpartisipasi dengan pelajar dalam mengkontruksi pengetahuan, membuat makna, mempertanyakan kejelasan, bersikap kritis, dan mengembangkan justifikasi.
 Tujuan pendidikannya lebih mengutamakan perkembangan konsep dan [pengetahuan yang mendalam sebagai hasil kontruksi aktif siswa. Kurikulumnya merupakan program aktifis dimana pengetahuan dan keterampilan bisa dikontruksi. Kurikulum buklan bahan yang sudah jadi, melainkan lebih merupakan permasalahan yang harus dipecahkan siswa. Metode: mempertimbangkan multimetode untuk dipilih, sebab siswa mempunyai caranya sendiri untuk mengerti. Selain itu, pengetahuan dibangun secara individual dan sosial maka belajar kelompok maka dikembangkan. Perana guru siswa: peran duru adalah sebagai mediator dan fasilitator dalam membantu siswa belajar. Guru dan siswa berperan sebagai mitra, siswa harus bertanggungjawab atas hasil belajarnya.

B.     Landasa Pendidikan Pancasila (Pendidikan Nasional)
A.    Dasar Pemikiran Pendidikan Pancasila
Era globalisasi menuntut adanya berbagai perubahan. Demikian juga bangsa Indonesia yang saat ini terjadi perubahan besar-besaran yang disebabkan oleh pengaruh dari luar maupun dalam negeri. Kesemuanya diatas memerlukan kemampuan warga Negara yang mempunyai bekal ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berlandaskan pada nilai-nilai keagamaan dan nilai-nilai budaya bangsa.
B. Landasan Pendidikan Pancasila
1. Landasan Historis
Di dalam kehidupan bangsa Indonesia tersebut prinsip hidup yang tersimpul di dalam pandangan hidup atau fisafat hidup bangsa (jati diri) yang oleh para pendiri bangsa/Negara   dirumuskan   dalam   rumusan   sederhana   namun   mendalam   yang meliputi lima prnsip, yaitu Pancasila.
2. Landasan Kultural
Bangsa Indonesia memiliki kepribadian tersendiri yang tercermin di dalam nilai-nilai budaya yang telah lama ada. Nilai-nilai budaya sebagai nilai dasar berkehidupan berbangsa dan bernegara dirumuskan dalam Pancasila.


3. Landasan Yuridis
Undang-undang  RI  Nomor  2  Tahun  1989  tentang  Sistem  Pendidikan  Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi, Keputusan Dirjen  Dikti  Nomor  265  Tahun  2000  mengatur  tentang  perlunya  mata  kuliah Pendidikan Pancasila.
4. Landasan Folosofis
Nilai-nilai      Pancasila    merupakan   dasar    filsafat     Negara,    maka    dalam  aspek penyelenggaraannya  Negara  harus  bersumber  pada  nilai-nilai  Pancasila  termasuk system perundang-perundangan di Indonesia.
3. Tujuan Pendidikan Pancasila
Pendidikan Pancasila bertujuan untuk menghasilkan peserta didik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berperikemanusiaan yang adil dan beradab, mendukung kerakyatan yang mengutamakan upaya mewujudkan suatu keadlan social dalam masyarakat















BAB III
PENUTUP

A.   Simpulan
a.       Landasan Pendidikan KOntruktivisme
Kontruktivisme didukung oleh impirisme dan pragmatism. Adanya yang berpendapat bahwa kontruktivisme mengandung bahaya yang mengarah ke empirisme ke relativisme. Pendidikan kontruktivisme memandang pendidikan (mengajar) bukan sebagai kegiatan menyampaikan pengetahuan, melainkan membangtu siswa berpikir secara benar dengan membiarkannya berpikir sendiri
b.      Landasan Pendidikan Pancasila
1). Dasar Pemikiran Pendidikan Pancasila
Era globalisasi menuntut adanya berbagai perubahan, sehingga pendidikn pancasila dibutuhkan.
2).  Landasan Pendidikan Pancasila
a). Landasan Historis
b). Landasan Kultural
c). Landasan Yuridis
d). Landasan Filosofis

c.      Saran
Pemahan tentang kandasan pendidikan kontruktivisme dan landasan pendidikan pancasila sangat dibutuhkan karena agar para siswa mengetahui apa yang dimaksud dengan landasan pendidikan kontruktivisme dan landasan pendidikan pancasila, karena kemajuan zaman pun berpengaruh terhadapa pengetahuan siswa.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar