Senin, 11 Januari 2016

Kebudayaan Hindu Budha di Indonesia

Kebudayaan Hindu dan Budha
Berbicara mengenai kebudayaan hindu budha, maka kita tiak terlepass dari peradaban sungai Indus, India. Wilayah ini sudah sejak dulu sudah menjadi tempat lahirnya peradaban. Sekitar 2000 tahu SM, diwilayah India mulai berkembang budaya dan agama Hindu. Beberapa waktu kemuadian di india juga hadir budaya dan agama Budha. Kebudayaan masyarakat India terus mengalami perkembangan dan kemajuan, terutama dalam bidang kesenian, seperti seni pahat dan seni patung. Kul-kuil yang indah dan megah dibangun dikota-kota penting di India. Kesusastraan mengalami masa-masa yang cukup gemilang, baik dalam kesusastraan Hindu maupun Budha.  Diantaranya menghasilkan beberapa  kitab yang memiliki nilai satra tinggi yang terkenal, seperti kitab Mahabarata dan Ramayana. Dari Indian inilah kemudian kebudayaan hindu Budha menyebar ke berbagai tempet.

Proses masuknya dan berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu Budha di Indonesia
Akibat letaknya yang strategis, sejak dulu Indonesia telah menjalin hubungan perdaangan dengan Negara lain, termasuk hubungan dagang dengan India dan Cina. Pulau-pulau besar dan kecil yang dihubungkan oleh selat dan laut yang ada di Indonesia, menyebabkan sarana pelayaran mmerupakan lalu lintas utama penghubung antar pulau. Pelayaran ini didorong untuk mendorong aktivitas pertambangan. Pelayaran perdagangan yang dilakukan oleh bangsa Indonesia tidak hanya dalam wilayah sendiri, tetapi telah jauh sampai keluar wilayah.
Pelayaran dan perdagangan di Asia semakin ramai setelah ditemukan jalur melalui laut antara Romawi dan Cina. Rute jalur laut yang dilalui dalam hubungan dagang Cina dengan Romawi telah mmendorong munculnya hubungan dagang pada daerah-daerah yang dilalui, termasuk wilayah Indonesia. Karena posisi Indonesia yang strategis ditengah-tengah jalur hubungan dagang Cina dengan Romawi, maka terjadi hubungan dagang antara Indonesia, Cina dan India.
India merupakan tempat awal berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu Budha sekitar 2000 tahun SM, yaitu pada masa peradaban Lembah Sungai Indus. Melalui perhubungan dagang antara Indonesia dengan India, maka berkembang pula agama dan kebudayaanHindu Budha yang dibawa oleh para pedagang di Indonesia. Pada awalnya agama ini dianut oleh para raja-raja dan bangsawan. Dari lingkungan raja dan bangsawan itulah agam Hindu budha tersebar kelingkungan rakyat biasa.
Penyiaran agama Budha di Indonesia lebih awal dari agama Hindu. Dalam penyebaran agama Budha mengenal adanya misi penyiar agama yang disebut Dharmadhuta. Tersiarnya agama Budha di Indonesia, diperkirakan sejak abad ke-2 Masehi, dibuktikan dengan penemuan patung Budha dari perunggu di Jember Jawa Timur dan Selawesi Selatan, serta patung Budha dari batu di Palembang.
Sedangkan peruses masuknya agama Hindu di Indonesia, dibawa oleh kaum pedagang, baik pedagang india yang dating ke indoneia maupun pedagang Indonesia yang berlayar ke India. Terdapat beberapa teori yang berbeda tentang penyebaran agama Hindu di Indonesia. Deri teori-teori tersebut hanya teori Brahmana yang dianggap sesuai dengan bukti-bukti yang ada. Pendapat atau Teori Beahmana, menyatakan bahwa penyebaran agam hindu dilakukan oleh kaum Brahmana. Kedatangan mereka ke Indonesia untuk memenuhi undangan kepala suku yang tertaarik dengan agama Hindu. Kaum brahmana yang dating ke Indonesia inilah yang mengajarkan agama Hindu kepada masyarakat Indonesia.. teori itu dibuktukan dengan hal berikut:
1.      Agama Hindu bukan agama yang demokratis, karena unsure keagamaan menjadi monopoli kaum brahmana, sehingga hanya golongan inilah yang berhak dan mampu menyiarkan agama.
2.      Prasasti Indonesia yang pertama berbahasa sansakerta, sedangkan India sendiri bahasa tersebut hanya digunakan dalam kitab suci dan upacara keagamaan. Jadi, hanya kaum brahmana lah yang mengerti dan menguasai penggunaan bahasa tersebut.
Masuk dan berkembangnya pengaruh Hindu Budha di Indonesia menimbulakan perpaduan budaya antara budaya Indonesia dengan budaya Hindu Budha. Perpaduan dua budaya yang berbeda ini disebut dengan akulturasi.
Namun sebelum masuknya pengaruh kebudayaan Hindu Budha, masyarakat Indonesia telah memi;iki kebudayaan yang cukup maju. Unsure-unsur asli kebudayaan asli Indonesia telah tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakatnya. Unsure-unsur kebudayaan Hindu Budha yang masuk ke Indonesia diterima dan diolah serta disesuaikan dengan kondisi kehidupan masyarakat Indonesia, tanpa menghilangkan unsure-unsur asli Indonesia.
Karena itu, unsure-unsur kebudayaan Hindu Budha yang masuk ke Indonesia tidak diterima begitu saja. Hal ini disebabkan:
1.      Masyarakat Indonesia telah memiliki kebudaayn yang cukup tinggi, sehingga masuknya budaya asing dapat menambah perbendaharaan kebudayaan Indonesia.
2.      Kecakapan istimewa bangsa Indonesia yang disebut dengan istilah local genius, yaitu kecakapan suatu bangsa untuk menerima unsure-undur tersebut sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.
Munculnya pengaruh Hindu-Budha di Indonesia sangat besar dan dapat dilihat melalui beberapa hal sebagai berikut:
a.    Seni Bangunan
Seni bangunan yang menjadi bukti berkembangnya pengaruh Hindu-Budha di Indonesia pada bangunan candi. Candi Hindu maupun Budha di Indonesia pada dasranya merupakan perwujudan akulturasi budaya bangsa Indonesia dengan budaya India. Dasar bangunan candi merupakan hasil pembangunan bangsa Indonesia dari zaman megalitikum, yaitu bangunan punden berundak-undak. Punden berundak-undak itu mendapat pengaruh Hindu-Budha, sehingga menjadi wujud sebuah candi, seperti candi Borobudur.
b.      Seni Rupa/Seni Lukis
Unsur seni rupa atau seni lukis India telah masuk ke Indonesia yang dibuktikan dengan ditemukannya patung Budha berlanggam Gandara di kota Bangun, kutai dan patunng Budha berlangga Amarawati di Sikending, Sulawesi Selatan. Pada candi Borobudur terdapat seni rupa India berupa relief relief cerita sang Budha Gautama. Relief ini umumnya menggambarkan suasan alam Indonesia, terlihat dengan adanya lukisan rumah panggung dan hiasan burung merpati. Juga terdapat hiasan perahu bercadik. Lukisan-lukisan tersebut merupakan lukisan asli Indonesia, karena hal ini tidak pernah diketemukan pada candi-candi yang terdapat di India. Juga relief candi Prambanan yang memuat cerita Ramayana.
c.    Seni Sastra
Seni sastra india turut member corak dalm seni sastra Indonesia. Bahasa Sansakerta besar pengaruhnya terhadap perkembangan sastra Indonesia. Prasasti-prasasti awal menunjukkan pengaruh Hindu-Budha di Indonesia, seperti yang ditemukan di Kalimantan Timur, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah. Prasasti tersebut ditulis dalam bahasa sansakerta dan hurup pallawa. Dalam perkembangan bahasa Indonesia dewasa ini, pengaruh bahasa sansakerta cukup dominan terutama dalam istilah-istilah pemerintahan juga dalam kitab-kitab kunop di Indonesia.
d.   Kalender
Diadopsinya system penanggalan atau kalender india di Indonesia merupakan wujud dari akulturasi, yaitu terlihat dengan adanya penggunaan tahun saka. Disamping itu juga ditemukan Candra Sangkala atau kronogram dalam usaha memperingati peristiwa dengan tahun atau kalender saka. Candra Sangkala adalah huruf berupa susuna kalimat atau gambaran kata. Bila berupa gambar harus dapat diartikan kedalam bentuk kalimat.
e.    Kepercayaan dan Filsafat
Sebelum masuknya pengaruh Hindu-Budha ke Indonesia, bangsa Indonesia telah mengenal dan memiliki kepercayaan yaitu pemujaan terhadap roh nenek moyang. Kepercayaan itu bersifat animism dan dinamisme. Kemudian masuknya pengaruh Hindu-Budha telah mengakibatkan terjadinya akukturasi, terutama segi pemujaan terhadap roh nenek moyang dan pemujaan dewa-dewa alam.
Tradisi Hindu-Budha mengalami perkembangan yang cukup pesat di wilayah Indonesia dan berpengaruh pada segala sector kehidupan masyarakatnya, antara lain pada sector-sektor berikut:
1). Pemerintahan
Sebelum masuknya pengaruh Hindu-Budha ke Indonesia, bangsa Indonesia telah mengenal system diri seorang kepala suku. System pemerintahan kepala suuku berlangsung secara demokratis, dimana slah-seorang kepala suku merupakan pemimpin yang dipilih dari kelompok sukunya, karena dianggap memiliki kelebihan dari anggota kelompok suku lainnya. Akan tetapi, setelah masuknya pengaruh Hindu-Budha, tata pemerintahan disesuaikan dengan system pemerintahan yang berkembang di India. Dimana seorang kepala pemerintahan bukan lagi seorang kepala suku, melainkan seorang raja yang memerintah suatu wilayah kerajaannya secara turun-temurun. Sehingga pemimpin tidak lagi didasarkan pada kemampuan, melainkan oleh keturunan.
2). Sosial
Dalam bidang sosial terjadi perubahan-perubahan dalam tata kehidupan sosial masyarakat. Perubahan itu terjadi sebagai akibat diperkenalkannya system kasta dalam masyarakat. Kasta-kasta itu diantaranya kasta Brahmana (kasta yang berhubungan dengan masalah-masalah keagamaan), kasta ksatria (kasta yang berhubungan dengan masalah-masalah pemerintahan), kasta waisya (kasta yang berhubungan dengan kaum pedagang dan petani), kasta sudra (kasta yang berhubungan dengan orang-orang buangan atau tawanan perang).
3). Ekonomi
Dalam bidang ekonomi tidak begitu besar pengaruhnya pada masyarakat indoneia. Hal ini disebabkan masyarakat Indonesia telah mengenal pelayaran dan perdagangan jauh sebelum masuknya pengaruh Hindu-Budha.
4). Kebudayaan
Pengaruh kebudayaan Hindu-Budha terlihat dari hasil-hasil kebudayaan seperti candi, seni sastra, cerita-cerita epos (epos Mahabarata dan Ramayana). Sedang pengaruh lainnya berupa system tulisan. Karena itu, pengaruh Hindu-Budha sangat besar perananannya didalam memperkenalkan system tulisan bagi masyarakat Indonesia.
5). Pendidikan dan pembentukan jaringan intelektual.
Budaya Hindu-Budha berpengaruh dalam bidang pendidikan dan pembentukan jaringan intelektual. Kaum Brahmana ynag datang ke Indonesia memberikan pendidikan dan mengajarkan ajaran-ajaran Hindu kepada masyarakat dengan mebuka tempat-tempat pendidikan yang disebut pasraman.
Pada pasraman-pasraman itulah masyarakat Indonesia mendapatkan berbagai macam pengetahuan. Dengan demikian muncul tokoh-tokoh masyarakat Hindu yang telah memiliki pengetahuan tinggi dan menghasilkan karya sastra yang terkenal hingga kini, seperti Mpu Dharmaja dengan karya sasttra Witta Sancaya.
6). Teknologi
Sebelum munculnya pengaruh Hindu-Budha di Indonesia, mesyarakatnya telah meiliki pengetahuan dan teknologi yang tinggi, baik dimulai dari zama batu maupun zaman logam. Namun setelah masuknya kebudayaan Hindu-Budha, pengetahuan dan teknologi yang dimiliki bangsa Indonesia semakin berkembang. Hal ini mengakibatkan terjadinya perpaduaan pengetahuan dan teknologi dari India dengan masyarakat Indonesia. Perpaduan ini terlihat jelas dalam pembangunan candi Borobudur dan penulisan-penulisan pada prasasti-prasasti yang memerlukan keahlian dan teknik penulisan yang tinggi.

Kemunduran tradisi Hindu-Budha Di Indonesia
 Perkembangan pengaruh kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia cukup besar, kaerna dapat mempengaruhi deluruh sector kehidupan masyarakatnya. Bahkan tidak kurang dari 1000 tahu (400M-1478M) yaitu mulai dari kerajaan Kutai sampai runtuhnya kerajaan Majapahit.
Terdapat beberapa hal yang menyebabkan runtuhnya kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu-Budha di Indonesia, sebagai berikut:
1.      Terdesaknya kerajaan-kerajaan sebagai akibat munculnya kerajaan yang lebih besar dan kuat.
2.      Tidak ada peralihan kepemimpinan atau kaderisasi, seperti yang terjadi pada masa kekuasaan kerajaan Majapahit.
3.      Berlangsungnya perang saudara yang melemahkan kekuasaan kerajaan, seperti yang terjaqdi pada kerajaan Saylendra dan Majapahit.
4.      Banyak daerah melepaskan diri karena lemahnya pemerintahan pusat dan raja-raja bawaan membangun sebuah kerajaan yang merdeka dan tidak terikat dengan pusat.
5.      Kemunduran ekonomi dan perdagangan, sehingga banyak diambil oleh para pedagang Melayu dan Islam.
6.      Tersiarnya agama dan budaya islam yang dengan mudah diterima oleh para adipati di daerah pesisir. Hal ini membuat mereka seperti tidak terikat lagi dengann pemerintahan pusat, seperti pada masa kekuasaan Majapahit.
Setelah runtuhnya kerajaan kerajaan Hindu-Budha, bukan berarti kebudayaannya ikut lenyap. Kebudayaan Hindu-Budha masih terus bertahan, bahkan di daerah-daerah yang mendapat pengaruh islam. Misalnya pada masyarakat Jawa terdapat upacara membawa sesaji kesawah atau kelaut sebagai persembahan kepada penguasa laut selatan (Nyi Roro Kidul).
Kebudayaan Hindu-Budha sampai saat ini masih terus bertahan dalam kehidupann masyarakat Bali. Bali dapat disebut sebagai museum hidup kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia. Agama Hindi bali disebut dengann agama Hindu Darma yang mrupakan sinkretisme antara kepercayaan animism dengan Hindu dan Budha. Misalnya, roh nenek moyang dipuja oleh anak cucunya setelah jenezahnya dibakar (ngaben). 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar