Kebudayaan
Hindu dan Budha
Berbicara
mengenai kebudayaan hindu budha, maka kita tiak terlepass dari peradaban sungai
Indus, India. Wilayah ini sudah sejak dulu sudah menjadi tempat lahirnya
peradaban. Sekitar 2000 tahu SM, diwilayah India mulai berkembang budaya dan
agama Hindu. Beberapa waktu kemuadian di india juga hadir budaya dan agama
Budha. Kebudayaan masyarakat India terus mengalami perkembangan dan kemajuan,
terutama dalam bidang kesenian, seperti seni pahat dan seni patung. Kul-kuil
yang indah dan megah dibangun dikota-kota penting di India. Kesusastraan
mengalami masa-masa yang cukup gemilang, baik dalam kesusastraan Hindu maupun
Budha. Diantaranya menghasilkan
beberapa kitab yang memiliki nilai satra
tinggi yang terkenal, seperti kitab Mahabarata dan Ramayana. Dari Indian inilah
kemudian kebudayaan hindu Budha menyebar ke berbagai tempet.
Proses masuknya dan
berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu Budha di Indonesia
Akibat
letaknya yang strategis, sejak dulu Indonesia telah menjalin hubungan perdaangan
dengan Negara lain, termasuk hubungan dagang dengan India dan Cina. Pulau-pulau
besar dan kecil yang dihubungkan oleh selat dan laut yang ada di Indonesia,
menyebabkan sarana pelayaran mmerupakan lalu lintas utama penghubung antar
pulau. Pelayaran ini didorong untuk mendorong aktivitas pertambangan. Pelayaran
perdagangan yang dilakukan oleh bangsa Indonesia tidak hanya dalam wilayah
sendiri, tetapi telah jauh sampai keluar wilayah.
Pelayaran
dan perdagangan di Asia semakin ramai setelah ditemukan jalur melalui laut
antara Romawi dan Cina. Rute jalur laut yang dilalui dalam hubungan dagang Cina
dengan Romawi telah mmendorong munculnya hubungan dagang pada daerah-daerah
yang dilalui, termasuk wilayah Indonesia. Karena posisi Indonesia yang strategis
ditengah-tengah jalur hubungan dagang Cina dengan Romawi, maka terjadi hubungan
dagang antara Indonesia, Cina dan India.
India
merupakan tempat awal berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu Budha sekitar
2000 tahun SM, yaitu pada masa peradaban Lembah Sungai Indus. Melalui
perhubungan dagang antara Indonesia dengan India, maka berkembang pula agama
dan kebudayaanHindu Budha yang dibawa oleh para pedagang di Indonesia. Pada
awalnya agama ini dianut oleh para raja-raja dan bangsawan. Dari lingkungan
raja dan bangsawan itulah agam Hindu budha tersebar kelingkungan rakyat biasa.
Penyiaran
agama Budha di Indonesia lebih awal dari agama Hindu. Dalam penyebaran agama
Budha mengenal adanya misi penyiar agama yang disebut Dharmadhuta. Tersiarnya
agama Budha di Indonesia, diperkirakan sejak abad ke-2 Masehi, dibuktikan
dengan penemuan patung Budha dari perunggu di Jember Jawa Timur dan Selawesi
Selatan, serta patung Budha dari batu di Palembang.
Sedangkan
peruses masuknya agama Hindu di Indonesia, dibawa oleh kaum pedagang, baik
pedagang india yang dating ke indoneia maupun pedagang Indonesia yang berlayar
ke India. Terdapat beberapa teori yang berbeda tentang penyebaran agama Hindu
di Indonesia. Deri teori-teori tersebut hanya teori Brahmana yang dianggap
sesuai dengan bukti-bukti yang ada. Pendapat atau Teori Beahmana, menyatakan
bahwa penyebaran agam hindu dilakukan oleh kaum Brahmana. Kedatangan mereka ke
Indonesia untuk memenuhi undangan kepala suku yang tertaarik dengan agama
Hindu. Kaum brahmana yang dating ke Indonesia inilah yang mengajarkan agama
Hindu kepada masyarakat Indonesia.. teori itu dibuktukan dengan hal berikut:
1. Agama Hindu bukan agama yang demokratis, karena unsure
keagamaan menjadi monopoli kaum brahmana, sehingga hanya golongan inilah yang
berhak dan mampu menyiarkan agama.
2. Prasasti Indonesia yang pertama berbahasa sansakerta,
sedangkan India sendiri bahasa tersebut hanya digunakan dalam kitab suci dan
upacara keagamaan. Jadi, hanya kaum brahmana lah yang mengerti dan menguasai
penggunaan bahasa tersebut.
Masuk
dan berkembangnya pengaruh Hindu Budha di Indonesia menimbulakan perpaduan
budaya antara budaya Indonesia dengan budaya Hindu Budha. Perpaduan dua budaya
yang berbeda ini disebut dengan akulturasi.
Namun
sebelum masuknya pengaruh kebudayaan Hindu Budha, masyarakat Indonesia telah
memi;iki kebudayaan yang cukup maju. Unsure-unsur asli kebudayaan asli
Indonesia telah tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakatnya. Unsure-unsur
kebudayaan Hindu Budha yang masuk ke Indonesia diterima dan diolah serta
disesuaikan dengan kondisi kehidupan masyarakat Indonesia, tanpa menghilangkan
unsure-unsur asli Indonesia.
Karena
itu, unsure-unsur kebudayaan Hindu Budha yang masuk ke Indonesia tidak diterima
begitu saja. Hal ini disebabkan:
1. Masyarakat Indonesia telah memiliki kebudaayn yang cukup
tinggi, sehingga masuknya budaya asing dapat menambah perbendaharaan kebudayaan
Indonesia.
2. Kecakapan istimewa bangsa Indonesia yang disebut dengan
istilah local genius, yaitu kecakapan suatu bangsa untuk menerima unsure-undur
tersebut sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.
Munculnya
pengaruh Hindu-Budha di Indonesia sangat besar dan dapat dilihat melalui
beberapa hal sebagai berikut:
a.
Seni Bangunan
Seni bangunan yang menjadi bukti berkembangnya pengaruh
Hindu-Budha di Indonesia pada bangunan candi. Candi Hindu maupun Budha di
Indonesia pada dasranya merupakan perwujudan akulturasi budaya bangsa Indonesia
dengan budaya India. Dasar bangunan candi merupakan hasil pembangunan bangsa
Indonesia dari zaman megalitikum, yaitu bangunan punden berundak-undak. Punden
berundak-undak itu mendapat pengaruh Hindu-Budha, sehingga menjadi wujud sebuah
candi, seperti candi Borobudur.
b.
Seni Rupa/Seni Lukis
Unsur seni rupa atau seni lukis India telah masuk ke
Indonesia yang dibuktikan dengan ditemukannya patung Budha berlanggam Gandara
di kota Bangun, kutai dan patunng Budha berlangga Amarawati di Sikending, Sulawesi
Selatan. Pada candi Borobudur terdapat seni rupa India berupa relief relief
cerita sang Budha Gautama. Relief ini umumnya menggambarkan suasan alam
Indonesia, terlihat dengan adanya lukisan rumah panggung dan hiasan burung
merpati. Juga terdapat hiasan perahu bercadik. Lukisan-lukisan tersebut
merupakan lukisan asli Indonesia, karena hal ini tidak pernah diketemukan pada
candi-candi yang terdapat di India. Juga relief candi Prambanan yang memuat
cerita Ramayana.
c.
Seni Sastra
Seni sastra india turut member corak dalm seni sastra
Indonesia. Bahasa Sansakerta besar pengaruhnya terhadap perkembangan sastra
Indonesia. Prasasti-prasasti awal menunjukkan pengaruh Hindu-Budha di
Indonesia, seperti yang ditemukan di Kalimantan Timur, Sumatra Selatan, Jawa
Barat, Jawa Tengah. Prasasti tersebut ditulis dalam bahasa sansakerta dan hurup
pallawa. Dalam perkembangan bahasa Indonesia dewasa ini, pengaruh bahasa
sansakerta cukup dominan terutama dalam istilah-istilah pemerintahan juga dalam
kitab-kitab kunop di Indonesia.
d.
Kalender
Diadopsinya system penanggalan atau kalender india di
Indonesia merupakan wujud dari akulturasi, yaitu terlihat dengan adanya
penggunaan tahun saka. Disamping itu juga ditemukan Candra Sangkala atau
kronogram dalam usaha memperingati peristiwa dengan tahun atau kalender saka.
Candra Sangkala adalah huruf berupa susuna kalimat atau gambaran kata. Bila
berupa gambar harus dapat diartikan kedalam bentuk kalimat.
e.
Kepercayaan dan Filsafat
Sebelum masuknya pengaruh Hindu-Budha ke Indonesia,
bangsa Indonesia telah mengenal dan memiliki kepercayaan yaitu pemujaan
terhadap roh nenek moyang. Kepercayaan itu bersifat animism dan dinamisme.
Kemudian masuknya pengaruh Hindu-Budha telah mengakibatkan terjadinya
akukturasi, terutama segi pemujaan terhadap roh nenek moyang dan pemujaan
dewa-dewa alam.
Tradisi Hindu-Budha mengalami perkembangan yang cukup
pesat di wilayah Indonesia dan berpengaruh pada segala sector kehidupan
masyarakatnya, antara lain pada sector-sektor berikut:
1).
Pemerintahan
Sebelum masuknya pengaruh Hindu-Budha ke Indonesia,
bangsa Indonesia telah mengenal system diri seorang kepala suku. System
pemerintahan kepala suuku berlangsung secara demokratis, dimana slah-seorang
kepala suku merupakan pemimpin yang dipilih dari kelompok sukunya, karena
dianggap memiliki kelebihan dari anggota kelompok suku lainnya. Akan tetapi,
setelah masuknya pengaruh Hindu-Budha, tata pemerintahan disesuaikan dengan
system pemerintahan yang berkembang di India. Dimana seorang kepala
pemerintahan bukan lagi seorang kepala suku, melainkan seorang raja yang
memerintah suatu wilayah kerajaannya secara turun-temurun. Sehingga pemimpin
tidak lagi didasarkan pada kemampuan, melainkan oleh keturunan.
2).
Sosial
Dalam bidang sosial terjadi perubahan-perubahan dalam
tata kehidupan sosial masyarakat. Perubahan itu terjadi sebagai akibat diperkenalkannya
system kasta dalam masyarakat. Kasta-kasta itu diantaranya kasta Brahmana
(kasta yang berhubungan dengan masalah-masalah keagamaan), kasta ksatria (kasta
yang berhubungan dengan masalah-masalah pemerintahan), kasta waisya (kasta yang
berhubungan dengan kaum pedagang dan petani), kasta sudra (kasta yang
berhubungan dengan orang-orang buangan atau tawanan perang).
3).
Ekonomi
Dalam bidang ekonomi tidak begitu besar pengaruhnya pada
masyarakat indoneia. Hal ini disebabkan masyarakat Indonesia telah mengenal
pelayaran dan perdagangan jauh sebelum masuknya pengaruh Hindu-Budha.
4).
Kebudayaan
Pengaruh kebudayaan Hindu-Budha terlihat dari hasil-hasil
kebudayaan seperti candi, seni sastra, cerita-cerita epos (epos Mahabarata dan
Ramayana). Sedang pengaruh lainnya berupa system tulisan. Karena itu, pengaruh
Hindu-Budha sangat besar perananannya didalam memperkenalkan system tulisan
bagi masyarakat Indonesia.
5). Pendidikan dan pembentukan jaringan intelektual.
Budaya
Hindu-Budha berpengaruh dalam bidang pendidikan dan pembentukan jaringan intelektual.
Kaum Brahmana ynag datang ke Indonesia memberikan pendidikan dan mengajarkan
ajaran-ajaran Hindu kepada masyarakat dengan mebuka tempat-tempat pendidikan
yang disebut pasraman.
Pada
pasraman-pasraman itulah masyarakat Indonesia mendapatkan berbagai macam
pengetahuan. Dengan demikian muncul tokoh-tokoh masyarakat Hindu yang telah
memiliki pengetahuan tinggi dan menghasilkan karya sastra yang terkenal hingga
kini, seperti Mpu Dharmaja dengan karya sasttra Witta Sancaya.
6). Teknologi
Sebelum
munculnya pengaruh Hindu-Budha di Indonesia, mesyarakatnya telah meiliki
pengetahuan dan teknologi yang tinggi, baik dimulai dari zama batu maupun zaman
logam. Namun setelah masuknya kebudayaan Hindu-Budha, pengetahuan dan teknologi
yang dimiliki bangsa Indonesia semakin berkembang. Hal ini mengakibatkan
terjadinya perpaduaan pengetahuan dan teknologi dari India dengan masyarakat
Indonesia. Perpaduan ini terlihat jelas dalam pembangunan candi Borobudur dan
penulisan-penulisan pada prasasti-prasasti yang memerlukan keahlian dan teknik
penulisan yang tinggi.
Kemunduran tradisi
Hindu-Budha Di Indonesia
Perkembangan
pengaruh kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia cukup besar, kaerna dapat
mempengaruhi deluruh sector kehidupan masyarakatnya. Bahkan tidak kurang dari
1000 tahu (400M-1478M) yaitu mulai dari kerajaan Kutai sampai runtuhnya
kerajaan Majapahit.
Terdapat beberapa hal yang menyebabkan runtuhnya
kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu-Budha di Indonesia, sebagai berikut:
1. Terdesaknya kerajaan-kerajaan sebagai akibat munculnya
kerajaan yang lebih besar dan kuat.
2. Tidak ada peralihan kepemimpinan atau kaderisasi, seperti
yang terjadi pada masa kekuasaan kerajaan Majapahit.
3. Berlangsungnya perang saudara yang melemahkan kekuasaan
kerajaan, seperti yang terjaqdi pada kerajaan Saylendra dan Majapahit.
4. Banyak daerah melepaskan diri karena lemahnya
pemerintahan pusat dan raja-raja bawaan membangun sebuah kerajaan yang merdeka
dan tidak terikat dengan pusat.
5. Kemunduran ekonomi dan perdagangan, sehingga banyak
diambil oleh para pedagang Melayu dan Islam.
6. Tersiarnya agama dan budaya islam yang dengan mudah
diterima oleh para adipati di daerah pesisir. Hal ini membuat mereka seperti
tidak terikat lagi dengann pemerintahan pusat, seperti pada masa kekuasaan
Majapahit.
Setelah
runtuhnya kerajaan kerajaan Hindu-Budha, bukan berarti kebudayaannya ikut
lenyap. Kebudayaan Hindu-Budha masih terus bertahan, bahkan di daerah-daerah
yang mendapat pengaruh islam. Misalnya pada masyarakat Jawa terdapat upacara
membawa sesaji kesawah atau kelaut sebagai persembahan kepada penguasa laut
selatan (Nyi Roro Kidul).
Kebudayaan
Hindu-Budha sampai saat ini masih terus bertahan dalam kehidupann masyarakat
Bali. Bali dapat disebut sebagai museum hidup kebudayaan Hindu-Budha di
Indonesia. Agama Hindi bali disebut dengann agama Hindu Darma yang mrupakan
sinkretisme antara kepercayaan animism dengan Hindu dan Budha. Misalnya, roh
nenek moyang dipuja oleh anak cucunya setelah jenezahnya dibakar (ngaben).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar