Ø Struktur sosial
Struktur
berasal dari bahasa inggris, “ structure” yang berarti susunan atau tingkatan
dari sesuatu, baik itu berupa organisasi maupn mengenai susunan suatu kelompok
masyarakat.
Sosial
berasal dari kata “socius” yang artinya berkawan.Jadi secara etimologis
struktur sosial dapat diartikan susunan dari berkawan.Menurut Koentjaraningrat
(1990:172) struktur sosial merupakan susunan masyarakat dilihat dari berbagai
sisi seperti : kedudukan, peranannya, tipe masyarakat tersebut sehingga kita
dapat menggambarkan kaitan dari berbagai unsur masyarakat.
Disisi
lain struktur sosial dapat pula menggambarkan suatu susunan masyarakat dilihat
dari lapisan-lapisan yang ada dalam suatu masyarakat.Dikenal tiga lapisan
masyarakat yaitu (1) Lapisan sosial rendah (2) Lapisan sosial menengah, dan (3)
Lapisan sosial tinggi.
Teori tentang
pelapisan sosial :
1.
Teori Fungsionalis,
dikemukakan leh Emile Durkheim dalam bukunya “The division of labor in
society”, yang menyatakan bahwa tiap masyarakat memandang aktivitas yang satu
lebih penting dari pada yang lainnya.Tinggi rendahnya kedudukan (lapisan
sosial) seseorang tergantung pada kepentingan pandangannya itu.Selain itu
Durkheim memandang bakat dapat menimbulkan ketidakmerataan.Orang yang berbakat
biasanya lebih berhasil dalam melakukan pekerjaan atas tugasnya dibanding
dengan orang yang tidak berbakat.
Kingsley
Davis dan Robert Moore mengemukakan bahwa posisi-posisi yang paling penting
dalam masyarakat diisi oleh orang yang paling berwenang.Orang yang memegang
posisi tersebut, meskipun paling banyak memerlukan latihan, akan mendapat
penghargaan tertinggi. Selanjutnya dikatakan bahwa posisi kunci/terpenting
adalah yang paling penting bagi berfungsinya sistem sosial.Disetiap masyarakat
tokoh agama,tokoh pemerintahan, serta teknis mempunyai kedudukan paling
penting. Karenanya mereka paling dihargai oleh masyarakat itu.
2.
Teori reputasi atau
teori nama baik menurut Warner bahwa status seseorang ditetapkan oleh pendapat
atau pertimbangan orang lain.Dasar pertimbangannya adalah pendapatan, prestise,
dan pendidikan.
3.
Teori struktur oleh
Treiman.Bahwa pelapisan sosial dalam masyarakat yang berlain-lainan , tidak ada
perbedaan dalam penyususan tingkatan prestise pekerjaan.
Ø Pranata sosial
Kata
pranata diambil dari bahsa inggris yaitu “ social institution”. Secara
definitif Koentjaraningrat mengemukakan bahwa pranata sosial ialah suatu sistem
tata kelakuan dan hubungan yang berpusat pada aktifitas-aktifitas untuk
memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat.
Pranata
sosial yang dibentuk oleh manusia tidak lain tujuannya ialah untuk memenuhi
kebutuhannya yang sangat kompleks.Pranata sosial mempunyai fungsi untuk :
a.
Memberi pedoman kepada
anggota masyarakat bagaimana seharusnya bertingkah laku atau bersikap dalam
mnghadapi masalah dalam masyarakat yang bersangkutan
b.
Menjaga kebutuhan dari
masyarakat yang bersangkuan
c.
Memberikan pegangan
kepad masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial yaitu sistem
pengawasan masyarakat terhadap tingkah laku para anggotanya.
Ø Proses sosial budaya
Kebudayaan
secara etimologis adalah daya cipta, rasa , karsa manusia dalam mengolah
lingkungan baik lingkungan fisik maupun sosial agar menjadi sesuatu yang
berguna dan bermanfaat serta menyenangkan baik lahir maupun bathin.
Kebudayaan
telah melembaga disuatu masyarakat perlu disosialisasikan kpada warga
masyarakatnya baik secara horizontal yaitu penyebarluasan kebudayaan antara
anggota masyarakat yang satu kepada anggota masyarakat yang lain secara
horizontal dan secara vertical yaitu proses sosialisasi kebudayaan dari orang
tua kepada anaknya.Proses sosialisasi budaya ini ada yang dinamakan asimilasi
an akulturasi.
Asimilasi
adalah suatu proses sosial diamana ada dua golongan manusia dengan latar
belakang kebudayaan yang berbeda, saling bergaul secara intensif dalam waktu
yang lam sehingga kebudayaan golongan-golongan tadi masing-masing berubah
sifatnya khas dan juga unsur-unsurnya masing-masing berubah wujud menjadi
unsur-unsur kebudayaan campuran.sedangkan akulturasi adalah dimana suatu
kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkandengan unsur-unsur
dari suatu kebudayaan asing dengan sedemikian rupa , sehingga unsur-unsur dari
kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah dalam kebudayaan sendiri,
tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri
(koentjaraningrat:1990:248).
Terdapat
perbedaan antara kebudayaan dan peradaban. Peradaban adalah sama dengan istilah
civilization yang biasanya dipakai untuk menyebut bagian-bagian dan unsur-unsur
dari kebudayaan yang halus, maju, dan indah seperti: kesenian, ilmu pengetahuan
dan teknologi, adat istiadat dan sebagainya. Istilah peradaban sering pula
dipakai untuk menyebut suatu kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi , ilmu
pengetahuan, seni rupa sistem kkenegaraan dan sebaginya.
·
Interaksi individu dan
masyarakat
Intraksi
sosial adalah jika adanya pengaruh imbal balik antara individu dengan kelompok
dalam upaya memecahkan masalah-masalah
yang dihadapi dalam hidup sehari-hari secara bersama-sama. Dengan kata lain
bahwa setiap interaksi dua arah akan menstimulir yang lain untuk mengubah
tingkah laku dari orang-orang yang sedang berinteraksi.
Interaksi sosial
yang terjadi antara individu dan masyarakat adalah :
a. Interaksi
yang melibatkan sejumlah orang misalnya, individu dengan individu, individu
dengan grup dan grup dengan grup.
b. Adanya
tingkat keintiman, misalnya ada yang bersifat primer, sekunder, ada yang
bersifat gemeinschaft dan gesselchaft
c. Adanya
proses sosial.Dalam hal ini terdapat beberapa bentuk proses sosial , ada yang
berbentuk positif , ada yang berbentuk negatif. Yang positif dinamakan
integrasi atau assosiative proces yaitu proses yang menyatukan seperti
cooperation (kooperasi), consensus(kerjasama)dan assimilation(asimilasi).
Sedangkan yang negatif dinamakan
disintegrasi atau dissosiative process yaitu proses memisahkan seperti
conflict(konflik), competition(persaing).
Bentuk-bentuk
interaksi sosial yang menyatukan (integrasi) :
1.
Cooperation (koperasi)
Adalah
bentuk kerjasama dimana satu sama lain saling membantu guna mencapai tujuan
bersama.
2.
Consensus (Kesepakatan)
Adalah
suatu persetujuan, baik yang diucapkan maupun tidak. Konsensus memungkinkan
jika ada dua belah pihak atau lebih
ingin memelihar suatu hubungan yang masing-masing memandangnya sebagai
kepentingan sendiri.
3.
Assimilation
(asimilasi)
Adalah
perpaduan dari dua kebudayaan atau lebih melebur menjadi satu-satunya yang
homogen.
Sedangkan
interaksi yang disintegrasi adalah :
1)
Konflik (persengketaan)
Adalag
suatu usaha yang dengan sengaja menantang, melawan, atau memaksa kehendaknya
kepada orang lain. Biasanya konflik itu timbul dari adanya kepentingan yang
bertentangan.Dipandang dari segi terjadinya konflik dapat dibagi atas dua macam
:
a. Corporate
conflict yaitu konflik yang terjadi antara group dengan group dalam suatu
masyarakat
b. Personal
conflict yaitu konflik yang terjadi antar individu dengan individu .
2)
Kompetisi (persaingan )
Kompetisi
merupakan usaha yang disengaja untuk menentang kehendak orang lain, dan tidak
mengandung paksaan.Contohnya dalam pertandingan olahraga.
Hubungan dan fenomena manusia dengan lingkungan
sosialnya
Permukaan
bumi merupakan tempat hidup berbagai mahluk hidup.Menurut ilmu lingkungan, permukaan
bumi adalah ekosistem yang sangat luas dan dapat dibedakan atas sejumlah
ekosistem yang lebih kecil.Didalam ekosistem terdapat interaksi anara mahluk
hidup dengan alam lingkungannya . Ilmu yang mempelajari hubungan-hubungan
interaksi tersebut dikenal dengan istilah Ekologi.
Ekologi
pertama kali diperkenalkan oleh Ernest Haekel., ekologi berasal dari kata oikos
yang artinya rumah tangga dan logos yang bertari pengetahuan. Jadi ekologi
adalah ilmu pengetahuan mengenai hubungan-hubungan timbal balik yang dinamis
antara mahluk hidup dengan rumah tangga atau lingkungannya.
Didalam
ekosistem terdapat tatanan kesatuan yang utuh menyeluruh antara segenap unsur
lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.Unsur-unsur lingkungan tersebut
meliputi manusia, unsur alam hayati, dan unsur alam non hayati serta sumberdaya
buatan.
Hubungan
antara manusia dan alam lingkungannya sangat erat,. Ada yang berpendapat bahwa
perilaku manusia sangat ditentukan oleh pengaruh alam lingkungannya , tetapi
ada juga yang sebaliknya.
Carl
Ritter yang menanamkan aliran fisis determinis . Ia menyatakan bahwa manusia
adalah cermin dari keadaan buminya. Segala hal yang menyangkut hidup manusia
ditentukan oleh alam . hasil karyanya adalah Die Ernkunde suatu deskripsi
regional dari seluruh dunia.
Aliran
fisis determinis , didukung oleh Friederich Ratzel(1884-1904) yang menyatakan
bahwa alam menentuakan khidupan manusia.Menurut faham ini manusia tidak mampu
berkehendak menentang alam dan kehidupannya sangat ditentukan atau dipengaruhi
oleh alam.
Lalu
Paul Vidal de la Blance (1854-1918) menentang faham fisis determinis. Ia
mengatakan bahwa alam bukan merupakan penentu suatu kebudayaan , fisik atau
rohani manusia, tetapi alam hanya berfungsi sebagai pemberi kemungkinan
terhadap aktivitas manusia yang akan melahirkan kebudayaan.Karena itu manusia
adalah mahluk yang dapat bertindak aktif, tidak menunggu sesuatu yang
disediakan oleh alam (Pasya, 1996:53).Aliran ini memandang manusia sebagi
mahluk yang berakal dan mampu mengatasi alam serta berusaha mengubah keadaan
sekelilingnya demi masa depan kehidupan yang lebih baik. Aliran ini kemudian
dikenal dengan faham posibilis.
Bronislaw
Malinowski dalam Mutakin dan Pasya (2002) mengatakan bahwa kebudayaan tercipta
karena tuntutan kebutuhan dasar yang direspon oleh budaya Indonesia.Respon
budaya ini sebagai suatu tanggapan terhadap kebutuhan-kebutuhan yang dialami
setiap manusia semenjak kemunculannya.
Adapun
kebutuhan dasar akan mendapat respon budaya dari setiap masyarakat, menurut
Mutakin dan Pasya (2002) adalah sebagai berikut :
·
Respon budaya terhadap
kebutuhan yang menunjang terhadap kehidupannya yang melahirkan mata
pencaharian.
·
Kebutuhan dasar yang
kedua menyangkut keinginan untuk melanjutkan keturunan yang pada dasarnya
terjadi pada setiap manusia, tetapi disetiap masyarakat menanggapinya dengan
perkawinan yang disesuaikan dengan nilai dan norma yang berlaku beserta sistem
kekerabatannya.
·
Kondisi alam diberbagai
belahan bumi walaupun umum nampaknya sama, tetapi setiap masyarakat yang berada
diberbagai daerah dan kebudayaannya akan menanggapi lingkungannya sendiri, baik
yang berada ditepi pantai, dataran rendah, dataran tinggi .Kondisi cuaca dan
iklim yang berada diberbagai daerah akan mempengaruhi kenyamanan jasmani setiap
manusia yang berada didalamnya.
·
Manusia tidak akan
selamanya terhindar dari kecelakaan yang mungkin menimpanya, karena itu mereka
harus menjaga keselamatannya sendiri.Lahirlah budaya yang menyangkut pengobatan
dan budaya perlindungan dari kemungkinan terjadinya kecelakaan , baik berasal
dari binatang, lingkungan alam, ataupun manusia lain yang mengganggu kehidupan
mereka.
·
Setiap manusia semenjak
dilahirkan sampai menjadi dewasa mengalami pertumbuhan , setiap pertumbuhannya
memerlukan pendidikan dan latihan yang sesuai dengan perkembangan kejiwaannya.
·
Setiap masyarakat akan
menanggapi kebutuhan untuk sehat sebagai suatu pengetahuan .
Kebutuhan
yang mendapat respon budaya dan setiap masyarakat tidak lepas dan kondisi
lingkungan alam dimana setiap masyarakat
berada, karena setiap kebutuhan tersebut akan selalu dihadapkan pada lingkungan
sekitarnya.
Kemajemukan Agama, Ras, dan Etnik
Dilihat
dari sudu biologis, mahluk manusia merupakan suatu spesies tunggal. Hal ini
berarti suatu populasi interbreeding yang berasal dari sumber yang satu. Adapun
keragaman diantara manusia itu sendiri adalah sebagai hasil dan proses
diversifikasi dan rekombinasi didalam spesies itu sendiri.
Ahli
genetik menyatakan bahwa keragaman manusia pada dasarnya diterima dari sejumlah
sifat orang tuanya , seperti bentuk hidung, warna kulit, warna mata dan
sebagainya.Unit-unit pembawa sifat itu disebut genes; ribuan genes tersusun
dalam pasangan-pasangan krosoma; tetapi setiap sel reproduktif dari seorang
laki-laki dan perempuan hanya membawa satu dari setiap pasang genes.Hasil
kerjasama fertilisasi , selanjutnya berkembang dalam setiap janin sehingga
jumlah pasangan genes tersebut menjadi sama seperti yang terdapat pada orang
tuanya.
Gen
dominan biasanya berasal dari kedua orang tuanya yang diwariskan kepada setiap generasinya
dengan sekumpulan sifat yang independent.Jika suatu kelompok manusia hidup
dalam komunitas kecil dengan lingkungan yang sangat mirip mungkin akan
menampakan suatu varietas tertentu yang dominan dalam penampilan, sedangkan
sifat-sifat lainnya akan muncul dalam jumlah yang hanya kecil saja.Jadi mungkin
saja sebagian dari varietas itu disebabkan oleh perbedaan lingkungan, sedangkan
yang lainnya lebih banyak ditimbulkan melalui pencampuran dan penggantian genes pada setiap generasi.
Varietas
baru yang dilahirkan adalah kelanjutan dan peristiwa mutasi genes, suatu
perubahan struktur yang permanen dalam suatu genes, suatu penataan kembali
ataom-atom dalam suatu kompleks molekul, sebagai akibat hilangnya atau
pindahnya beberapa sifat.Akumulasi mutasi-mutasi dalam suatu kelompok , bisa
membawa perubahan-perubahan yang intensif. Kondisi-kondisi yang dilepaskan dari peristiwa mutasi-mutasi
tersebut adalah selection dan isolation yang dipengaruhi oleh relativitas lokasi
dimana individu tersebut tumbuh dan berkembang.
Teori
Kemajemukan jenis fisik manusia :
·
Prinsip dari
natural-selection atau saringan alamiah adalah bahwa semua spesies yang memilki
kemampuan bertahan yang lebih besar daripada spesies lainnya pada
kondisi-kondisi kehidupan disekelilingnya akan eksis secara normal, sedangkan
bagi mereka yang daya penyesuaian dirinya buruk , maka merekalah yang akan
musnah.Namun teori ini masih sulit difahami dan disusunlah teori bahwa seleksi
lingkungan dapat diterangkan bahwa kondisi-kondisi lingkungan tersebut
memungkinkan untuk melakukan mutasi dan kombinasi pada diri manusia.Suatu
lingkungan cenderung memberikan kesempatan untuk beradaptasi secara terus
menerus , dan memberi kesempatan untuk
berkurangnya daya adaptasi bagi kelompok-kelompok kehidupan lainnya.
Orang
yang berkulit gelap misalnya,tidak sensitif terhadap sengatan matahari tetapi
orang yang berkulit putih sebaliknya.Hidung lebar dengan kedua lubangnya akan
lebar pula,mungkn cocok untuk daerah yang beriklim tropik dan masih banyak
lagi.
·
Adapula teori social
selection yang berarti berbagai bentuk hambatan antifisial (produk-produk
gagasan atau rekayasa manusia) yang bersumber dari kesatuan-kesatuan sistem
pengendalian yang diberlakukan terus didalam suatu kelompok atau mungkin
generasi dengan randombreeding.Seleksi sosial ini misalnya pelarangan
perkawinan antara orang berkulit putih dengan orang yang berkulit hitam
sehingga ras tertentu tetap terpelihara.
·
Teori lainnya adalah
isolation dari sudut pandang genetik yaitu terpisahnya suatu kelompok seketurunan
dan yang lainnya yang masih dari spesies yang sama.Semua komunitas yang
terisolasi setelah sekian lama maka secara fisikal akan menampakan perbedaan
baik mereka tinggal dilingkungan yang sama maupun tidak bagi mutasi
random.Suatu populasi yang kecil dan terisolasi mutasinya tidak berlaku bagi
kelompoknya .Kasus ini disebut genetic-drift.Jika kelompok kecil tinggal
dilingkungan dengan peluang yang sama maka mereka akan menjadi lebih berbeda
secara fisikal, hal ini dikarenakan oleh efek-efek dan natural selection yang
meningkat pada genetic drift.Orang-orang yang terpisah dengan cara ini
melahirkan varitas-varitas(breeds,races) dengan penyebaran pola-pola genetik
secara sama atau homozygous.
Dalam
pengelompokan ras manusia , para ahli membagi atas tiga kelompok yaitu Negroid,
Mongoloid, dan Caucasoid.
Ras
Negroid meliputi kelompok orang yang berkulit hitam, rambut hitam kriting
halus, mata gelap, hidung lebar dan datar, bibir tebal, kepala panjang, postur
tubuh besar dan kokoh,seleksi wilayahnya tersebar di Afrika Barat dengan
wilayah bersuhu rata-rata yang tinggi dan bentang alamnya berbentuk savana.
Ras
Mongoloid rata-rata bercirikan kulit kuning terang sampai coklat, mata coklat,
rambut hitam lurus mengkilap, hidung dan muka datar, kepala datar, sepicanthic
eyefold, tulang pipi menonjol, postur tubuh pendek dan kokoh.Wilayah seleksinya
berkondisi kering dan bentang alam steppa dilintang menengah , dengan musim
summer dan winter yang jelas.
Ras
Caucasoid ras rata-rata bercirikan kulit dan mata terang, rambut mengkilap
bergelombang, hidung sempit, bibir tipis dan berbulu badan lebat.Wilayah
seleksinya di Eurasia Barat dengan kondisi iklim lembab, dingin, dan bentang
alamnya merupakan semak yang berselang-seling.
Selain
perbedaan ras dan etnik , masyarakat juga menciptakan suatu sistem kepercayaan
dan atau ideologi.Hampir setiap masyarakat tidaka akan terlepas dari ideologi
yang dimiliki bersama.Sistem kepercayaan(agama) merupakan hal yang paling utama
diantara beberapa ideologi. Dimuka bumi ini memiliki pusat-pusat agama
berdasarkan kelahirannya, kemudian tersebar melalui route tertentu sehingga membentuk
pola-pola persebaran seperti sekarang ini.Banyak juga masyarakat yang masih
ekuiver menganut sifat dan ciri yang berakar pada tradisi dan kepercayaan.
Pada
dasarnya agama menunjukan keyakinan manusia terhadap supernaturalkarena
terdapat sesuatu yang muncul dalam diri setiap orang.Agama dapat dikaji melalui
rentang waktu yang dimulai dan munculnya bentuk-bentuk keyakinan yang
menghormati roh nenek moyang sampai yang bersifat monoteisme.Dikalangan
masyarakat sederhana seperti india agama merupakan suatu kekuatan yang tersebar
secara total sedangkan konfusianisme(kong hu chu) merupakan agama yang
berdasarkan filsafat.
Dikalangan
primitif agama memuat keyakinan terhadap sejumlah kekuatan yang ada diluar
manusia sebagai tempat untuk memohon petunjuk ketika mereka menghadapi
saat-saat kritis.
Kepercayaan
terhadap mahluk-mahluk halus dikenal dengan sebutan Animisme.Berbeda dengan
kepercayaan pada ma’na yaitu kekuatan supernatural yang dimanifestasikan pada
individu tertentu atau pada benda yang dianggap memilki kekuatan luar biasa dan
keajaiban.
Religi
yang ada dalam kehidupan masyarakat tidak lepas dari adanya simbol religi.Apabila
Durkheim menjelaskan bahwa simbol sebagai lambang klan dapat berfungsi sebagai
totem yang mempersatukan setiap anggota klan dalam suatu upacara ritual yang
dilaksanakannya, sedangkan Levy Strauss menyatakan bahwa simbol yang terdapat
dalam religi dimasyarakat lebih banyak pada simbol-simbol nyanyian, mantra,
atau dongeng-dongeng yang dianggap dapat menyembuhkan orang yang sakit.
Dalam
konteks budaya terdapat keselarasan antara dukun yang mengobati dengan
pasiennya melalui mitos dan aksi yang dilakukan keduanya.Munculnya mitos dalam
kehidupan masyarakat selalu dihubungkan dengan keadaan masa lalu yang penuh
dengan kepahlawanan dan mitos ini memberikan jalan keluar dan keadaan yang
tertekan.
Mitos
dalam kehidupan masyarakat tidak lepas dari adanya suatu keyakinan akan
kejadian-kejadian dimasa lampau yang belum tentu kebenarannya dapat
dipertanggung jawabkan , tetapi adanya keyakinan masyarakat akan adanya religi
yang mempercayai mitos tentu memiliki tingkatan yang lebih tinggi dibandingkan
dengan religi seperti yang dikemukakan Dukheim dan Levy .
Totem
digambarkan berupa binatang ataupun tumbuhan yang dianggap memberikan pengaruh
bagi pemujanya.Totem merupakan suatu lambang solidaritas sosial klan yang
memberikan ikatan sebagai suatu integritas bagi para anggotanya.
Kemunculan
religi yang hidup dalam masyarakat sederhana atau primitif, tidak lain karena
adanya fenomena jangkauan dan keterbatasan pemikiran manusia dalam menjawab
fnomena tersebut sehingga mereka menganggap adanya kekuatan dahsyat yang tidak
dapat ditaklukan manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar