Senin, 11 Januari 2016

Struktur, Pranata, dan Proses Sosial Budaya


Ø  Struktur sosial
Struktur berasal dari bahasa inggris, “ structure” yang berarti susunan atau tingkatan dari sesuatu, baik itu berupa organisasi maupn mengenai susunan suatu kelompok masyarakat.
Sosial berasal dari kata “socius” yang artinya berkawan.Jadi secara etimologis struktur sosial dapat diartikan susunan dari berkawan.Menurut Koentjaraningrat (1990:172) struktur sosial merupakan susunan masyarakat dilihat dari berbagai sisi seperti : kedudukan, peranannya, tipe masyarakat tersebut sehingga kita dapat menggambarkan kaitan dari berbagai unsur masyarakat.
Disisi lain struktur sosial dapat pula menggambarkan suatu susunan masyarakat dilihat dari lapisan-lapisan yang ada dalam suatu masyarakat.Dikenal tiga lapisan masyarakat yaitu (1) Lapisan sosial rendah (2) Lapisan sosial menengah, dan (3) Lapisan sosial tinggi.
Teori tentang pelapisan sosial :
1.      Teori Fungsionalis, dikemukakan leh Emile Durkheim dalam bukunya “The division of labor in society”, yang menyatakan bahwa tiap masyarakat memandang aktivitas yang satu lebih penting dari pada yang lainnya.Tinggi rendahnya kedudukan (lapisan sosial) seseorang tergantung pada kepentingan pandangannya itu.Selain itu Durkheim memandang bakat dapat menimbulkan ketidakmerataan.Orang yang berbakat biasanya lebih berhasil dalam melakukan pekerjaan atas tugasnya dibanding dengan orang yang tidak berbakat.
Kingsley Davis dan Robert Moore mengemukakan bahwa posisi-posisi yang paling penting dalam masyarakat diisi oleh orang yang paling berwenang.Orang yang memegang posisi tersebut, meskipun paling banyak memerlukan latihan, akan mendapat penghargaan tertinggi. Selanjutnya dikatakan bahwa posisi kunci/terpenting adalah yang paling penting bagi berfungsinya sistem sosial.Disetiap masyarakat tokoh agama,tokoh pemerintahan, serta teknis mempunyai kedudukan paling penting. Karenanya mereka paling dihargai oleh masyarakat itu.
2.      Teori reputasi atau teori nama baik menurut Warner bahwa status seseorang ditetapkan oleh pendapat atau pertimbangan orang lain.Dasar pertimbangannya adalah pendapatan, prestise, dan pendidikan.
3.      Teori struktur oleh Treiman.Bahwa pelapisan sosial dalam masyarakat yang berlain-lainan , tidak ada perbedaan dalam penyususan tingkatan prestise pekerjaan.

Ø  Pranata sosial
Kata pranata diambil dari bahsa inggris yaitu “ social institution”. Secara definitif Koentjaraningrat mengemukakan bahwa pranata sosial ialah suatu sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat pada aktifitas-aktifitas untuk memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat.
Pranata sosial yang dibentuk oleh manusia tidak lain tujuannya ialah untuk memenuhi kebutuhannya yang sangat kompleks.Pranata sosial mempunyai fungsi untuk :
a.       Memberi pedoman kepada anggota masyarakat bagaimana seharusnya bertingkah laku atau bersikap dalam mnghadapi masalah dalam masyarakat yang bersangkutan
b.      Menjaga kebutuhan dari masyarakat yang bersangkuan
c.       Memberikan pegangan kepad masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial yaitu sistem pengawasan masyarakat terhadap tingkah laku para anggotanya.

Ø  Proses sosial budaya
Kebudayaan secara etimologis adalah daya cipta, rasa , karsa manusia dalam mengolah lingkungan baik lingkungan fisik maupun sosial agar menjadi sesuatu yang berguna dan bermanfaat serta menyenangkan baik lahir maupun bathin.
Kebudayaan telah melembaga disuatu masyarakat perlu disosialisasikan kpada warga masyarakatnya baik secara horizontal yaitu penyebarluasan kebudayaan antara anggota masyarakat yang satu kepada anggota masyarakat yang lain secara horizontal dan secara vertical yaitu proses sosialisasi kebudayaan dari orang tua kepada anaknya.Proses sosialisasi budaya ini ada yang dinamakan asimilasi an akulturasi.
Asimilasi adalah suatu proses sosial diamana ada dua golongan manusia dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda, saling bergaul secara intensif dalam waktu yang lam sehingga kebudayaan golongan-golongan tadi masing-masing berubah sifatnya khas dan juga unsur-unsurnya masing-masing berubah wujud menjadi unsur-unsur kebudayaan campuran.sedangkan akulturasi adalah dimana suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkandengan unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing dengan sedemikian rupa , sehingga unsur-unsur dari kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri (koentjaraningrat:1990:248).
Terdapat perbedaan antara kebudayaan dan peradaban. Peradaban adalah sama dengan istilah civilization yang biasanya dipakai untuk menyebut bagian-bagian dan unsur-unsur dari kebudayaan yang halus, maju, dan indah seperti: kesenian, ilmu pengetahuan dan teknologi, adat istiadat dan sebagainya. Istilah peradaban sering pula dipakai untuk menyebut suatu kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi , ilmu pengetahuan, seni rupa sistem kkenegaraan dan sebaginya.
·         Interaksi individu dan masyarakat
Intraksi sosial adalah jika adanya pengaruh imbal balik antara individu dengan kelompok dalam upaya memecahkan  masalah-masalah yang dihadapi dalam hidup sehari-hari secara bersama-sama. Dengan kata lain bahwa setiap interaksi dua arah akan menstimulir yang lain untuk mengubah tingkah laku dari orang-orang yang sedang berinteraksi.
Interaksi sosial yang terjadi antara individu dan masyarakat adalah :
a.       Interaksi yang melibatkan sejumlah orang misalnya, individu dengan individu, individu dengan grup dan grup dengan grup.
b.      Adanya tingkat keintiman, misalnya ada yang bersifat primer, sekunder, ada yang bersifat gemeinschaft dan gesselchaft
c.       Adanya proses sosial.Dalam hal ini terdapat beberapa bentuk proses sosial , ada yang berbentuk positif , ada yang berbentuk negatif. Yang positif dinamakan integrasi atau assosiative proces yaitu proses yang menyatukan seperti cooperation (kooperasi), consensus(kerjasama)dan assimilation(asimilasi). Sedangkan  yang negatif dinamakan disintegrasi atau dissosiative process yaitu proses memisahkan seperti conflict(konflik), competition(persaing).
Bentuk-bentuk interaksi sosial yang menyatukan (integrasi) :
1.      Cooperation (koperasi)
Adalah bentuk kerjasama dimana satu sama lain saling membantu guna mencapai tujuan bersama.
2.      Consensus (Kesepakatan)
Adalah suatu persetujuan, baik yang diucapkan maupun tidak. Konsensus memungkinkan jika ada  dua belah pihak atau lebih ingin memelihar suatu hubungan yang masing-masing memandangnya sebagai kepentingan sendiri.
3.      Assimilation (asimilasi)
Adalah perpaduan dari dua kebudayaan atau lebih melebur menjadi satu-satunya yang homogen.
Sedangkan interaksi yang disintegrasi adalah :
1)      Konflik (persengketaan)
Adalag suatu usaha yang dengan sengaja menantang, melawan, atau memaksa kehendaknya kepada orang lain. Biasanya konflik itu timbul dari adanya kepentingan yang bertentangan.Dipandang dari segi terjadinya konflik dapat dibagi atas dua macam :
a.       Corporate conflict yaitu konflik yang terjadi antara group dengan group dalam suatu masyarakat
b.      Personal conflict yaitu konflik yang terjadi antar individu dengan individu .
2)      Kompetisi (persaingan )
Kompetisi merupakan usaha yang disengaja untuk menentang kehendak orang lain, dan tidak mengandung paksaan.Contohnya dalam pertandingan olahraga.





Hubungan dan fenomena manusia dengan lingkungan sosialnya
·         Fenomena fisik dan manusia
Permukaan bumi merupakan tempat hidup berbagai mahluk hidup.Menurut ilmu lingkungan, permukaan bumi adalah ekosistem yang sangat luas dan dapat dibedakan atas sejumlah ekosistem yang lebih kecil.Didalam ekosistem terdapat interaksi anara mahluk hidup dengan alam lingkungannya . Ilmu yang mempelajari hubungan-hubungan interaksi tersebut dikenal dengan istilah Ekologi.
Ekologi pertama kali diperkenalkan oleh Ernest Haekel., ekologi berasal dari kata oikos yang artinya rumah tangga dan logos yang bertari pengetahuan. Jadi ekologi adalah ilmu pengetahuan mengenai hubungan-hubungan timbal balik yang dinamis antara mahluk hidup dengan rumah tangga atau lingkungannya.
Didalam ekosistem terdapat tatanan kesatuan yang utuh menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.Unsur-unsur lingkungan tersebut meliputi manusia, unsur alam hayati, dan unsur alam non hayati serta sumberdaya buatan.
Hubungan antara manusia dan alam lingkungannya sangat erat,. Ada yang berpendapat bahwa perilaku manusia sangat ditentukan oleh pengaruh alam lingkungannya , tetapi ada juga yang sebaliknya.
Carl Ritter yang menanamkan aliran fisis determinis . Ia menyatakan bahwa manusia adalah cermin dari keadaan buminya. Segala hal yang menyangkut hidup manusia ditentukan oleh alam . hasil karyanya adalah Die Ernkunde suatu deskripsi regional dari seluruh dunia.
Aliran fisis determinis , didukung oleh Friederich Ratzel(1884-1904) yang menyatakan bahwa alam menentuakan khidupan manusia.Menurut faham ini manusia tidak mampu berkehendak menentang alam dan kehidupannya sangat ditentukan atau dipengaruhi oleh alam.
Lalu Paul Vidal de la Blance (1854-1918) menentang faham fisis determinis. Ia mengatakan bahwa alam bukan merupakan penentu suatu kebudayaan , fisik atau rohani manusia, tetapi alam hanya berfungsi sebagai pemberi kemungkinan terhadap aktivitas manusia yang akan melahirkan kebudayaan.Karena itu manusia adalah mahluk yang dapat bertindak aktif, tidak menunggu sesuatu yang disediakan oleh alam (Pasya, 1996:53).Aliran ini memandang manusia sebagi mahluk yang berakal dan mampu mengatasi alam serta berusaha mengubah keadaan sekelilingnya demi masa depan kehidupan yang lebih baik. Aliran ini kemudian dikenal dengan faham posibilis.
Bronislaw Malinowski dalam Mutakin dan Pasya (2002) mengatakan bahwa kebudayaan tercipta karena tuntutan kebutuhan dasar yang direspon oleh budaya Indonesia.Respon budaya ini sebagai suatu tanggapan terhadap kebutuhan-kebutuhan yang dialami setiap manusia semenjak kemunculannya.
Adapun kebutuhan dasar akan mendapat respon budaya dari setiap masyarakat, menurut Mutakin dan Pasya (2002) adalah sebagai berikut :
·         Respon budaya terhadap kebutuhan yang menunjang terhadap kehidupannya yang melahirkan mata pencaharian.
·         Kebutuhan dasar yang kedua menyangkut keinginan untuk melanjutkan keturunan yang pada dasarnya terjadi pada setiap manusia, tetapi disetiap masyarakat menanggapinya dengan perkawinan yang disesuaikan dengan nilai dan norma yang berlaku beserta sistem kekerabatannya.
·         Kondisi alam diberbagai belahan bumi walaupun umum nampaknya sama, tetapi setiap masyarakat yang berada diberbagai daerah dan kebudayaannya akan menanggapi lingkungannya sendiri, baik yang berada ditepi pantai, dataran rendah, dataran tinggi .Kondisi cuaca dan iklim yang berada diberbagai daerah akan mempengaruhi kenyamanan jasmani setiap manusia yang berada didalamnya.
·         Manusia tidak akan selamanya terhindar dari kecelakaan yang mungkin menimpanya, karena itu mereka harus menjaga keselamatannya sendiri.Lahirlah budaya yang menyangkut pengobatan dan budaya perlindungan dari kemungkinan terjadinya kecelakaan , baik berasal dari binatang, lingkungan alam, ataupun manusia lain yang mengganggu kehidupan mereka.
·         Setiap manusia semenjak dilahirkan sampai menjadi dewasa mengalami pertumbuhan , setiap pertumbuhannya memerlukan pendidikan dan latihan yang sesuai dengan perkembangan kejiwaannya.
·         Setiap masyarakat akan menanggapi kebutuhan untuk sehat sebagai suatu pengetahuan .
Kebutuhan yang mendapat respon budaya dan setiap masyarakat tidak lepas dan kondisi lingkungan  alam dimana setiap masyarakat berada, karena setiap kebutuhan tersebut akan selalu dihadapkan pada lingkungan sekitarnya.
Kemajemukan Agama, Ras, dan Etnik
Dilihat dari sudu biologis, mahluk manusia merupakan suatu spesies tunggal. Hal ini berarti suatu populasi interbreeding yang berasal dari sumber yang satu. Adapun keragaman diantara manusia itu sendiri adalah sebagai hasil dan proses diversifikasi dan rekombinasi didalam spesies itu sendiri.
Ahli genetik menyatakan bahwa keragaman manusia pada dasarnya diterima dari sejumlah sifat orang tuanya , seperti bentuk hidung, warna kulit, warna mata dan sebagainya.Unit-unit pembawa sifat itu disebut genes; ribuan genes tersusun dalam pasangan-pasangan krosoma; tetapi setiap sel reproduktif dari seorang laki-laki dan perempuan hanya membawa satu dari setiap pasang genes.Hasil kerjasama fertilisasi , selanjutnya berkembang dalam setiap janin sehingga jumlah pasangan genes tersebut menjadi sama seperti yang terdapat pada orang tuanya.
Gen dominan biasanya berasal dari kedua orang tuanya yang diwariskan kepada setiap generasinya dengan sekumpulan sifat yang independent.Jika suatu kelompok manusia hidup dalam komunitas kecil dengan lingkungan yang sangat mirip mungkin akan menampakan suatu varietas tertentu yang dominan dalam penampilan, sedangkan sifat-sifat lainnya akan muncul dalam jumlah yang hanya kecil saja.Jadi mungkin saja sebagian dari varietas itu disebabkan oleh perbedaan lingkungan, sedangkan yang lainnya lebih banyak ditimbulkan melalui pencampuran  dan penggantian genes pada setiap generasi.
Varietas baru yang dilahirkan adalah kelanjutan dan peristiwa mutasi genes, suatu perubahan struktur yang permanen dalam suatu genes, suatu penataan kembali ataom-atom dalam suatu kompleks molekul, sebagai akibat hilangnya atau pindahnya beberapa sifat.Akumulasi mutasi-mutasi dalam suatu kelompok , bisa membawa perubahan-perubahan yang intensif. Kondisi-kondisi yang  dilepaskan dari peristiwa mutasi-mutasi tersebut adalah selection dan isolation yang dipengaruhi oleh relativitas lokasi dimana individu tersebut tumbuh dan berkembang.
Teori Kemajemukan jenis fisik manusia :
·         Prinsip dari natural-selection atau saringan alamiah adalah bahwa semua spesies yang memilki kemampuan bertahan yang lebih besar daripada spesies lainnya pada kondisi-kondisi kehidupan disekelilingnya akan eksis secara normal, sedangkan bagi mereka yang daya penyesuaian dirinya buruk , maka merekalah yang akan musnah.Namun teori ini masih sulit difahami dan disusunlah teori bahwa seleksi lingkungan dapat diterangkan bahwa kondisi-kondisi lingkungan tersebut memungkinkan untuk melakukan mutasi dan kombinasi pada diri manusia.Suatu lingkungan cenderung memberikan kesempatan untuk beradaptasi secara terus menerus , dan memberi kesempatan  untuk berkurangnya daya adaptasi bagi kelompok-kelompok kehidupan lainnya.
Orang yang berkulit gelap misalnya,tidak sensitif terhadap sengatan matahari tetapi orang yang berkulit putih sebaliknya.Hidung lebar dengan kedua lubangnya akan lebar pula,mungkn cocok untuk daerah yang beriklim tropik dan masih banyak lagi.
·         Adapula teori social selection yang berarti berbagai bentuk hambatan antifisial (produk-produk gagasan atau rekayasa manusia) yang bersumber dari kesatuan-kesatuan sistem pengendalian yang diberlakukan terus didalam suatu kelompok atau mungkin generasi dengan randombreeding.Seleksi sosial ini misalnya pelarangan perkawinan antara orang berkulit putih dengan orang yang berkulit hitam sehingga ras tertentu tetap terpelihara.
·         Teori lainnya adalah isolation dari sudut pandang genetik yaitu terpisahnya suatu kelompok seketurunan dan yang lainnya yang masih dari spesies yang sama.Semua komunitas yang terisolasi setelah sekian lama maka secara fisikal akan menampakan perbedaan baik mereka tinggal dilingkungan yang sama maupun tidak bagi mutasi random.Suatu populasi yang kecil dan terisolasi mutasinya tidak berlaku bagi kelompoknya .Kasus ini disebut genetic-drift.Jika kelompok kecil tinggal dilingkungan dengan peluang yang sama maka mereka akan menjadi lebih berbeda secara fisikal, hal ini dikarenakan oleh efek-efek dan natural selection yang meningkat pada genetic drift.Orang-orang yang terpisah dengan cara ini melahirkan varitas-varitas(breeds,races) dengan penyebaran pola-pola genetik secara sama atau homozygous.
Dalam pengelompokan ras manusia , para ahli membagi atas tiga kelompok yaitu Negroid, Mongoloid, dan Caucasoid.
Ras Negroid meliputi kelompok orang yang berkulit hitam, rambut hitam kriting halus, mata gelap, hidung lebar dan datar, bibir tebal, kepala panjang, postur tubuh besar dan kokoh,seleksi wilayahnya tersebar di Afrika Barat dengan wilayah bersuhu rata-rata yang tinggi dan bentang alamnya berbentuk savana.
Ras Mongoloid rata-rata bercirikan kulit kuning terang sampai coklat, mata coklat, rambut hitam lurus mengkilap, hidung dan muka datar, kepala datar, sepicanthic eyefold, tulang pipi menonjol, postur tubuh pendek dan kokoh.Wilayah seleksinya berkondisi kering dan bentang alam steppa dilintang menengah , dengan musim summer dan winter yang jelas.
Ras Caucasoid ras rata-rata bercirikan kulit dan mata terang, rambut mengkilap bergelombang, hidung sempit, bibir tipis dan berbulu badan lebat.Wilayah seleksinya di Eurasia Barat dengan kondisi iklim lembab, dingin, dan bentang alamnya merupakan semak yang berselang-seling.
Selain perbedaan ras dan etnik , masyarakat juga menciptakan suatu sistem kepercayaan dan atau ideologi.Hampir setiap masyarakat tidaka akan terlepas dari ideologi yang dimiliki bersama.Sistem kepercayaan(agama) merupakan hal yang paling utama diantara beberapa ideologi. Dimuka bumi ini memiliki pusat-pusat agama berdasarkan kelahirannya, kemudian tersebar melalui route tertentu sehingga membentuk pola-pola persebaran seperti sekarang ini.Banyak juga masyarakat yang masih ekuiver menganut sifat dan ciri yang berakar pada tradisi dan kepercayaan.
Pada dasarnya agama menunjukan keyakinan manusia terhadap supernaturalkarena terdapat sesuatu yang muncul dalam diri setiap orang.Agama dapat dikaji melalui rentang waktu yang dimulai dan munculnya bentuk-bentuk keyakinan yang menghormati roh nenek moyang sampai yang bersifat monoteisme.Dikalangan masyarakat sederhana seperti india agama merupakan suatu kekuatan yang tersebar secara total sedangkan konfusianisme(kong hu chu) merupakan agama yang berdasarkan filsafat.
Dikalangan primitif agama memuat keyakinan terhadap sejumlah kekuatan yang ada diluar manusia sebagai tempat untuk memohon petunjuk ketika mereka menghadapi saat-saat kritis.
Kepercayaan terhadap mahluk-mahluk halus dikenal dengan sebutan Animisme.Berbeda dengan kepercayaan pada ma’na yaitu kekuatan supernatural yang dimanifestasikan pada individu tertentu atau pada benda yang dianggap memilki kekuatan luar biasa dan keajaiban.
Religi yang ada dalam kehidupan masyarakat tidak lepas dari adanya simbol religi.Apabila Durkheim menjelaskan bahwa simbol sebagai lambang klan dapat berfungsi sebagai totem yang mempersatukan setiap anggota klan dalam suatu upacara ritual yang dilaksanakannya, sedangkan Levy Strauss menyatakan bahwa simbol yang terdapat dalam religi dimasyarakat lebih banyak pada simbol-simbol nyanyian, mantra, atau dongeng-dongeng yang dianggap dapat menyembuhkan orang yang sakit.
Dalam konteks budaya terdapat keselarasan antara dukun yang mengobati dengan pasiennya melalui mitos dan aksi yang dilakukan keduanya.Munculnya mitos dalam kehidupan masyarakat selalu dihubungkan dengan keadaan masa lalu yang penuh dengan kepahlawanan dan mitos ini memberikan jalan keluar dan keadaan yang tertekan.
Mitos dalam kehidupan masyarakat tidak lepas dari adanya suatu keyakinan akan kejadian-kejadian dimasa lampau yang belum tentu kebenarannya dapat dipertanggung jawabkan , tetapi adanya keyakinan masyarakat akan adanya religi yang mempercayai mitos tentu memiliki tingkatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan religi seperti yang dikemukakan Dukheim dan Levy .
Totem digambarkan berupa binatang ataupun tumbuhan yang dianggap memberikan pengaruh bagi pemujanya.Totem merupakan suatu lambang solidaritas sosial klan yang memberikan ikatan sebagai suatu integritas bagi para anggotanya.

Kemunculan religi yang hidup dalam masyarakat sederhana atau primitif, tidak lain karena adanya fenomena jangkauan dan keterbatasan pemikiran manusia dalam menjawab fnomena tersebut sehingga mereka menganggap adanya kekuatan dahsyat yang tidak dapat ditaklukan manusia. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar